Semakin Cinta Buya Hamka: Sebuah Resensi atas Novel Buya Hamka

Semakin Cinta Buya Hamka: Sebuah Resensi atas Novel Buya Hamka

Judul                         : Buya Hamka: Sebuah Novel Biografi

Penulis                       : @haidarmusyafa

Penerbit                     : @penerbitimania

Jumlah halaman          : 837 halaman

Tanggal Terbit             : 1 April 2018

Tempat pembelian       : @Mizanstore

 

Dengan disengaja, saya membuka TokoBuku Online Mizanstore. Saya merasa senang berbelanja buku online dibanding harus ke toko buku yang sangat jauh dari tempat saya tinggal, Cianjur. Perlu tahu, di Cianjur tidak ada Toko Buku besar yang siap membuka cabangnya disini. Mungkin orang Cianjur bukan para pecinta buku. Atau mungkin ada alasan yang lain. Saya juga tidak tahu.

Tak disangka, saya bertemu dengan buku ini. Saya sebenarnya sedang mengagumi #buyahamka. Saya menulis tulisan yang saya kutip dari buku #tasawufmodern nya #buyahamka yang saya saripatikan ke dalam kehidupan sehari-hari saya. Seperti tulisan saya:Kebosanan dan kebahagiaan #MengagumiHamka, Ketika AkalTidak Mampu Mencari Jalan #MengagumiHamka, Ketika Air Mata Mulai Jatuh#MengagumiHamka, dan Ketika Hati harus Memutuskan #MengagumiHamka.Lalu ketika saya melihat buku ini dalam katalog @Mizanstore, saya langsung terpikat dan membelinya.

Pengantar buku ini sangat menakjubkan. Buya @SyafiiMaarif memberi contoh bagaimana #Buyahamka dan K.H Idham Khalid saling menghormati. #BuyaSyafii menggambarkan bagaimana keduanya bergiliran menjadi imam subuh dengan menghormati kebiasaan keduanya. Sungguh suatu keindahan dan kedamaian dalam perbedaan. Perbedaan yang tak perlu ditonjolkan yang utama adalah satu akidah yakni Islam.

Buku ini begitu memukau saya. Penyuguhan Bab pertama dengan kejadian ‘penjemputan’ #Buyahamka untuk menjadi Imam pada sholat janazanya Putra Sang Fajar, Bung Karno yang juga teman dan rival politik, seperti ingin memberitahukan seluruh khalayak pembaca bahwa Novel Biografi ini seluruhnya tentangislah, berdamai. Baik berdamai dengan diri sendiri, orang tua, kawan dan juga bangsa. Berdamai menjadi sangat penting pada zaman sekarang dimana radikalisme dan kebencian begitu dekat karena ada dalam genggaman.

Membaca buku ini, saya menjadi sangat mengagumi Minangkabau, kebudayaanya dan tutur katanya. Saya sangat mencintai cara bertutur kata Ayah, Haji Rasul dan Anaknya, #Buyahamka. Cara berdialog Ayah-anak yang sangat indah, Ayahanda dan dinda.

“jika kamu ingin hidup abadi dan dikenang sejarah, menulislah!” Kata Ayahanda Haji Rasul dalam sebuah kesempatan.

“Kamu harus rajin menulis, agar jangkauan dakwahmu lebih luas, Ananda Hamka!””kata Ayahanda Haji Rasul di lain kesempatan. (Hal. 327).

Saya juga jadi sangat mencintai cara Hamka muda berjuang untuk pendidikanya. Kecerdasan yang tiada duanya, kegelisahan yang sangat kuat dan keingintahuan yang besar membawa Hamka menjadi pribadi yang hebat walau dalam buku itu ada kalimat yang sering menandakan penyesalan atas kenakalan masa mudanya.

Saya sangat terpesona dengan cara #buyahamka dan istrinya Siti Raham dalam membangun rumah tangga. Saya juga semakin mencintai cara #Buyahamka membesarkan Muhammadiyah. Saya juga sangat mencintai cara Buya membesarkan Masjid dan Sekolah Al-Azhar. Saya juga sangat jatuh cinta atas sikap Hamka yang memaafkan #BungKarno dan #Pramoedya yang telah membuatnya ‘terjatuh’. Saya semakin termotivasi oleh #buyahamka yang memegang tegun prinsip keimanan dan keislamannya dalam setiap segi kehidupanya. Di atas itu semua, saya sangat mencintai cara #buyahamka mengeluarkan daya dan upayanya untuk menulis dan berkarya. Ada 65 karya #buyahamka yang terbentang sejak tahun 1928 sampai dengan tahun 1981. Sungguh beliau adalah seorang agamawan dan sastrawan yang sangat produktif.

14 Ramadan 1402 H, #buyahamka wafat, pada tanggal yang sama tahun 1439 Hijriah saya menyelesaikan membaca buku #Buyahamka karangan @haidarmusyafa ini. Buku yang sangat kaya akan fakta sejarah. Penyuguhan plot yang sangat menantang dan indah. Sudut pandang Aku yang diambil penulis, membuat buku ini terasa dekat. #Buyahamka seperti sedang bertutur tentang dirinya kepada pembaca. Saya merasa dekat dengan #buyahamka. Banyak moment cerita yang membuat saya melinangkan air mata. Novel ini syarat pengetahuan, teladan, dan motivasi yang patut dimiliki oleh kita semua sebagai anak bangsa yang sangat mencintai Negara ini. #Buyahamka dengan segala cerita hidupnya perlu menjadi cermin bagaimana kita beragama dan berbangsa pada zaman sekarang ini.

Sumber: http://eelisaisah.blogspot.com/2018/06/semakin-cinta-buya-hamka-sebuah-resensi.html?m=1

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *