Profesional & Pengalaman

Ikut berpartisipasi membangun kebudayaan dan pendidikan manusia Indonesia.

Pesantren Hasil Asimilasi Pendidikan Hindu-Buddha

Pesantren Hasil Asimilasi Pendidikan Hindu-Buddha

Dalam tulisan yang dinukil dari bukunya Atlas Wali Songo, Agus Sunyoto berpendapat bahwa pesantren merupakan hasil upaya asimilasi tradisi pendidikan Islam dengan Hindu-Buddha yang dilakukan Wali Songo. Pendapat ini didasarkan kepada temuannya bahwa banyak kemiripan antara tradisi baru dan lama itu dalam konsep pendidikan, etiket siswa-guru, dan latihan pengendalian diri. Salah satu proses islamisasi melaluiBaca selengkapnya tentangPesantren Hasil Asimilasi Pendidikan Hindu-Buddha[…]

Menelusuri Jejak Sejarah Etika Pesantren

Menelusuri Jejak Sejarah Etika Pesantren

Keberadaan pesantren memang selalu memberikan daya tarik yang cukup  memikat untuk dijadikan sebagai objek studi penelitian. Sebagai sebuah lembaga pendidikan tradisional, ruang pesantren seolah-olah menyimpan “harta” yang berlimpah dalam maujud kebudayaan. Harta tersebut tentu saja memberikan kontribusi terhadap sarana dakwah Islam serta pusat persemaian Ilmu keagamaan. Aguk Irawan MN dalam buku yang berjudul Akar Sejarah EtikaBaca selengkapnya tentangMenelusuri Jejak Sejarah Etika Pesantren[…]

Santri Nasionalis dari Bumi Minang

Santri Nasionalis dari Bumi Minang

Tanggal 22 Oktober merupakan Hari Santri. Terkait ini, ada baiknya mengenal santri yang menjadi tokoh. KH Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka) adalah santri nasionalis hasil didikan pesantren yang memiliki wawasan ilmu keagamaan luas. Karyanya mencakup tafsir, tasawuf, maupun sejarah Islam. Dia santri Indonesia zaman itu yang dipercaya Kerajaan Arab Saudi sebagai imam Masjidil Haram.Baca selengkapnya tentangSantri Nasionalis dari Bumi Minang[…]

HAMKA DAN URAT TUNGGANG PANCASILA

HAMKA DAN URAT TUNGGANG PANCASILA

Senin malam, 7 Mei 1951, bertepatan dengan 30 Rajab 1370 H, Pemerintah Indonesia menggelar peringatan Isra’ dan Mikraj Nabi Muhammad Saw. di Istana Negara, Jakarta. Dalam acara tersebut, Presiden Sukarno menyampaikan pidato kenegaraan yang dipancarkan secara nasional melalui RRI, yang kemudian disebarluaskan melalui surat kabar. Sukarno dalam pidato itu mengajak agar rakyat di seluruh Indonesia berjuang menegakkan negaraBaca selengkapnya tentangHAMKA DAN URAT TUNGGANG PANCASILA[…]

Mempertegas Keutamaan Bulan Muharram

Mempertegas Keutamaan Bulan Muharram

Oleh: Ahmad Wiyono (Resensi Buku Catatan Untuk Felix Siauw, Dimuat di Koran Kabar Madura, 13 September 2019) Baru saja umat islam di seluruh belahan dunia merayakan pergantian tahun baru hijriyah 1441, salah satu tradisi keislaman yang biasa dilaksanakan oleh umat islam adalah membaca doa akhir dan awal tahun sebagai ritual penyambutan tahun baru islam tersebut,Baca selengkapnya tentangMempertegas Keutamaan Bulan Muharram[…]

SAUDARA SEPERIBUAN,  AYAT YANG TIDAK DIFIRMANKAN

SAUDARA SEPERIBUAN, AYAT YANG TIDAK DIFIRMANKAN

Emha Ainun Nadjib dalam Kata Pengantar Buku Sejarah Otentik Politik Nabi Muhammad Saw., (Pustaka IIMaN, terbit Juli 2019) Buku, ilmu, pengetahuan dan hikmah seperti inilah yang manusia hari ini dan esok memerlukannya, sesudah Al-Qur`an dan pitutur mutawattir Kanjeng Nabi Muhammad saw. Kenapa? Kumpulan manusia yang terlibat dalam perkembangan peradaban modern, dipenjara oleh karangan atau khayal mereka sendiri,Baca selengkapnya tentangSAUDARA SEPERIBUAN, AYAT YANG TIDAK DIFIRMANKAN[…]

Pentingnya Memahami ke-Maha Asyik-an Tuhan

Pentingnya Memahami ke-Maha Asyik-an Tuhan

Oleh: Ashimuddin Musa Kita harus berdamai dengan siapapun, sebab Nabi Muhammad Saw, panutan seluruh umat, suka berdamai dengan siapapun, termasuk dengan non-muslim. Kedamaian sangat ditekankan dalam ajaran Islam. Perbedaan tidak lagi menjadi soal untuk berdamai dengan siapapun, karena iman harus membawa rasa aman dan menjadikan seseorang mempunyai dan menjalankan amanat. Buku “Tuhan Maha Asyik” karyaBaca selengkapnya tentangPentingnya Memahami ke-Maha Asyik-an Tuhan[…]

Lika-liku Percintaan Jenderal Soedirman

Lika-liku Percintaan Jenderal Soedirman

Oktober 1943, Jepang merekrut para pemuda Indonesia untuk dijadikan tentara teritorial mereka, khususnya pulau Sumatera, Jawa, dan Bali. Hal ini dilakukan sebagai wujud antisipasi serangan yang dilakukan oleh sekutu. Maka lahirlah organisasi militer bernama Pembela Tanah Air (PETA). Tanpa disadari kian hari harimau kecil peliharaan Jepang ini beranjak dewasa. Namun, seperti harimau umumnya yang takBaca selengkapnya tentangLika-liku Percintaan Jenderal Soedirman[…]

Kisah Dewi Sartika, Perempuan Pejuang Pendidikan yang Meninggal di Pengungsian

Kisah Dewi Sartika, Perempuan Pejuang Pendidikan yang Meninggal di Pengungsian

Raden Dewi Sartika lahir 4 Desember 1884 di Cicalengka, Bandung, Jawa Barat. Ibunya Raden Ayu Rajapermas sedangkan ayahnya Raden Rangga Somanagara ( patih afdeling Bandung). Selain mendapat didikan sesuai adat-istiadat Sunda, Dewi Sartika juga disekolahkan di Sekolah Kelas Satu atau De Scholen der Eerste Klasse. Ketika ayahnya dibuang ke Ternate, Dewi Sartika dititipkan pada RadenBaca selengkapnya tentangKisah Dewi Sartika, Perempuan Pejuang Pendidikan yang Meninggal di Pengungsian[…]