Profesional & Pengalaman

Ikut berpartisipasi membangun kebudayaan dan pendidikan manusia Indonesia.

Menghidupkan Kembali Pak AR Fachruddin

Menghidupkan Kembali Pak AR Fachruddin

Oleh: Sidiq Oktaviano Buku Pak AR dan jejak-jejak bijaknya merupakan buku biografi yang ditulis oleh Haidar Musyafa. Buku ini dicetak pertama kali pada bulan April 2020 dengan tebal 460 halaman. diterbitkan oleh penerbit Imania. Haidar Musyafa terkenal dengan karyanya tetang biografi tokoh Nasional di antarnya Ki Hadjar Dewantara, Khmad Dahlan, Hamka, dan masih banyak lagi.Baca selengkapnya tentangMenghidupkan Kembali Pak AR Fachruddin[…]

Pak AR yang Humoris

Pak AR yang Humoris

Oleh: Haidar Musyafa Pada bulan April 2020 kemarin, saya menerbitkan buku biografi berjudul, Pak AR dan Jejak-Jejak Bijaknya. Buku setebal 460 halaman yang diterbitkan oleh Penerbit Imania yang berkantor di Jl. Purnawarman Blok A No. 37, Bukit Cirendeu, Pondok Cabe, Tangerang Selatan ini berisi tentang kisah hidup dan perjuangan dakwah Pak AR Fakhruddin. Sebenarnya, sudah sejakBaca selengkapnya tentangPak AR yang Humoris[…]

Pak AR dalam Teropong Milenial

Pak AR dalam Teropong Milenial

Oleh Nasihin Masha Haidar Musyafa, nama yang sudah lama bikin penasaran. Anak muda ini sangat produktif menulis buku. Hingga kini sudah ada 20 buku yang ia tulis. Ia menulis buku-buku tentang bagaimana menjalani hidup secara optimis, bervisi, serta berbasis agama. Namun kemudian ia lebih moncer menulis biografi tokoh-tokoh. Yang menarik, buku biografinya umumnya ditulis dalamBaca selengkapnya tentangPak AR dalam Teropong Milenial[…]

Belajar Jadi Pemimpin Bijak Lewat Pak AR

Belajar Jadi Pemimpin Bijak Lewat Pak AR

Oleh: Jey Jingga Siapapun sepakat jika dikatakan Menjadi Pemimpin itu tidak mudah. Memang benar adanya. Apalagi bentuk pertanggung jawaban di hadapan Sang Penguasa juga sangat berat. Namun bukan berarti kita menjadi apatis dan tidak mau jadi pemimpin jika memang layak. Salah satu biografi yang membuat saya belajar bagaimana menjadi pemimpin sekaligus pengayom umat yang bijak adalahBaca selengkapnya tentangBelajar Jadi Pemimpin Bijak Lewat Pak AR[…]

Islam Nusantara yang Disalahtafsirkan: Ngaji Bareng Gus Muwafiq

Islam Nusantara yang Disalahtafsirkan: Ngaji Bareng Gus Muwafiq

Oleh: Ashimuddin Musa Islam Nusantara seringkali disalahpahami oleh sebagian orang.. Misi Islam yang penuh dengan keteladanan moral, sebagaimana seringkali diulang-ulang baik di bangku sekolah, majlis ta’lim, dan di manapun bahwasanya agama ini penuh dengan rahmat atau kasih sayang: Islam Rahmatan Lil Alamin. Buku ini bukanlah sekumpulan tulisan akademik yang kaku dan berat yang menyajikan tentang IslamBaca selengkapnya tentangIslam Nusantara yang Disalahtafsirkan: Ngaji Bareng Gus Muwafiq[…]

Berasyik Masyuk bersama Tuhan Yang Maha Asyik (2)

Berasyik Masyuk bersama Tuhan Yang Maha Asyik (2)

Oleh: Yuangga Kurnia Beragama seringkali didefinisikan sebagai sebuah kegiatan ritual yang sulit dan mengikat. Ia bersifat formal, seringkali dipisahkan dari kewajiban duniawi, dan hanya terikat pada halal-haram segala hal. Beragama juga lekat dengan ‘perjanjian surga dan neraka’. Surga dapat diraih dengan peribadatan yang baik dan sebaliknya, neraka merupakan ganjaran bagi siapapun yang membangkang. Menurut SudjiwoBaca selengkapnya tentangBerasyik Masyuk bersama Tuhan Yang Maha Asyik (2)[…]

“Habibie & Soeharto”, Kisah tentang Kedekatan “Anak dan Ayah”

“Habibie & Soeharto”, Kisah tentang Kedekatan “Anak dan Ayah”

Oleh: Tety Polmasari Hari Aksara Internasional atau International Literacy Day diperingati Selasa (8/9/2020). Berkaitan dengan itu, saya ingin mengulas sedikit buku karya Andi Makmur Makka, jurnalis senior (Republika) yang juga orang dekat BJ Habibie. Buku terbarunya di tahun ini, yang diluncurkan di The Habibie Center, Kemang, Jakarta, tak lama setelah itu pandemi Covid-19 mewabah negeriBaca selengkapnya tentang“Habibie & Soeharto”, Kisah tentang Kedekatan “Anak dan Ayah”[…]

Pak AR, Pak Harto, dan Muhammadiyah

Pak AR, Pak Harto, dan Muhammadiyah

Kita sudah tahu bahwa Bung Karno dan Pak Harto adalah dua presiden Indonesia yang mengaku sebagai warga Muhammadiyah. Namun keduanya berbeda dalam mengungkapkan “cintanya” pada Muhammadiyah. Bung Karno sebagai jago pidato mengungkapkan cintanya lewat pidato. Sedangkan Pak Harto tidak. Namun bibit Muhammadiyah yang tertanam di hati Pak Harto tidak kalah subur. Tumbuh dalam tindakan nyata. Ketika menghadiri Muktamar Ke-35Baca selengkapnya tentangPak AR, Pak Harto, dan Muhammadiyah[…]

CEUK AING

CEUK AING

Oleh: Sujiwo Tejo, Presiden Jancuker Tiap-tiap iseng untuk tidak bersyukur, saya selalu mengingat kebetulan-kebetulan yang dianugerahkan Tuhan kepadaku. Kebetulan saya pernah menghadiri acara mantunya seniman Tisna Sanjaya di kawasan Hegarmanah, Bandung, yang “menjumpakan” saya dengan Haji Hasan Mustapa. Kemudian, setelah kebetulan itu terangkai dalam jalin-kelindan kebetulan-kebetulan lainnya, ia akhirnya berujung pada kebetulan yang lain lagi.Baca selengkapnya tentangCEUK AING[…]