Profesional & Pengalaman

Ikut berpartisipasi membangun kebudayaan dan pendidikan manusia Indonesia.

Napak Tilas Gelora Juang Bung Karno

Napak Tilas Gelora Juang Bung Karno

Judul Buku : Bung Karno dan Revolusi Mental Penulis : Sigit Aris Prasetyo Penerbit : Imania Cetakan :. 1. 2018 Tebal : 378 Halaman ISBN : 978-602-7926-37-0 Peresensi : Ahmad Wiyono Pegiat Literasi, tinggal di Pamekasan Madura  Rasanya tidak ada satupun bangsa Indonesia yang meragukan semangat perjuangan Soekarno, kegigihannya sebagai pejuang kemerdekaan telah mebuktikan bhawaBaca selengkapnya tentangNapak Tilas Gelora Juang Bung Karno[…]

Tindakan Lebih Fasih dari Lisan dan Tulisan

Tindakan Lebih Fasih dari Lisan dan Tulisan

Dia terlahir sebagai Muslim, bukan abangan, bukan pula ateis. Muslim yang aplikatif, bukan sekadar normatif. Agama tidak semata ada dalam kitab suci dan tempat-tempat ibadah, tapi ada di sekujur tubuh dari pikiran di kepala, lisan di mulut, hati di dada, kemudian melahirkan perbuatan sebagai atsari sujud. Seorang pemimpin lahir sesuai dengan zamannya. Namun kesesuaian ituBaca selengkapnya tentangTindakan Lebih Fasih dari Lisan dan Tulisan[…]

Menelisik Cara Beragama Joko Widodo

Menelisik Cara Beragama Joko Widodo

Manusia diciptakan Tuhan ke muka bumi untuk menjadi wakil-Nya dan agama menjadi ‘rumah’ seseorang dalam menjalani roda kehidupan. Perbuatan dan tingkah laku manusia dituntut untuk selalu melakukan yang benar. Hubungan manusia dengan agama sangatlah penting, karena akan menentukan kebahagian seseorang. Menelusuri pola beragama seorang Presiden menjadi sangat penting dan suatu hal yang wajar, ia merupakanBaca selengkapnya tentangMenelisik Cara Beragama Joko Widodo[…]

Bincang Buku “Sang Penggesek Biola

Bincang Buku “Sang Penggesek Biola

Di hari-hari sebelum kongres pemuda berlangsung, ada satu pertemuan penting: Wage Rudolf Supratman datang ke Fromberg Park menemui Sugondo Joyopuspito, A Sigit, Arnold Mononutu. Pertemuan ini, konon sudah direkomendasikan M. Yamin, karena ia tahu Supratman sudah menciptakan lagu kebangsaan yang bisa dinyanyikan saat kongres. Di pertemuan inilah diputuskan lagu ciptaan Supratman akan dibawakan saat kongresBaca selengkapnya tentangBincang Buku “Sang Penggesek Biola[…]

Alif dalam Term Sosrokartono dan Abdul Karim al-Jilli

Alif dalam Term Sosrokartono dan Abdul Karim al-Jilli

Pengalaman spiritual atau religio dimulai dari hening dan sebuah saat yang dahsyat. Dalam kategori William James, keadaan “mabuk Tuhan” yang memukau seperti itu akhirnya selalu dicoba untuk diabadikan dengan sesuatu yang kukuh—dalam term semiotik disebut simbol—tentang yang kekal dan ketidak-jangkauan. Atau yang terjangkau—yang sebenarnya tentang yang luhur. Atau tentang yang indah memesona. Pengalaman itu boleh jadi buahBaca selengkapnya tentangAlif dalam Term Sosrokartono dan Abdul Karim al-Jilli[…]

Mentari dari Muria

Mentari dari Muria

Akhirnya terbit juga buku penjelasan-bercerita tentang Sugih Tanpo Bondo, lagu yang saya kompos atas dasar lirik dari R.M.P. Sosrokartono, kakak kandung R.A. Kartini: Sugih tanpo bondo       Digdoyo tanpo aji       Trimah mawi pasrah       Sepi pamrih tebih ajrih         Langgeng       Tanpo susah       Tanpo seneng       Anteng mantheng       Sugeng jeneng SelamaBaca selengkapnya tentangMentari dari Muria[…]

Membongkar Feodalisme “Calo” Agama: Percakapan Tasawuf Virtual hingga Kedaulatan Anak Milenial

Membongkar Feodalisme “Calo” Agama: Percakapan Tasawuf Virtual hingga Kedaulatan Anak Milenial

  Kini masuk titimangsa manakala kesalehan personal diamsalkan dan disimplifikasikan sebatas fesyen. Pakaian ditandakan sebagai ketakwaan seseorang, sedangkan tuturan santun dipuja dan dibonsai media arus utama. Kemunculan itu mendorong pendakwah dadakan melalui spirit hijrah artifisial untuk berkontestasi di jagat maya dalam rangka meraup massa. Mereka, pendakwah gaya baru itu, menawarkan kapling surga untuk siapa sajaBaca selengkapnya tentangMembongkar Feodalisme “Calo” Agama: Percakapan Tasawuf Virtual hingga Kedaulatan Anak Milenial[…]

Kids Zaman Now, Menemukan Kembali Islam

Kids Zaman Now, Menemukan Kembali Islam

Kaum muda hari ini, Kids Zaman Now, menemukan pintu sendiri untuk mencari dan menemukan Tuhannya. Pintu itu berabad-abad lamanya ditutup oleh kumpulan-kumpulan manusia yang mengkudeta otoritas otentik Allah. Golongan-golongan yang menuhankan diri mereka di depan ummat. Mengambil alih hak asasi Tuhan, mencetak sertifikasi palsu seolah-olah hanya dengan tanda tangan mereka ummat manusia bisa memperoleh cinta,Baca selengkapnya tentangKids Zaman Now, Menemukan Kembali Islam[…]

Allah Senang Mempermudah, Tapi Jangan Digampangkan

Allah Senang Mempermudah, Tapi Jangan Digampangkan

Malam ini, majelis MS juga dijadikan tempat untuk launching buku “Kids Zaman Now Menemukan Kembali Islam” Wah, Islam memangnya hilang kemana kok pakai mesti ditemukan kembali? Bukankah Islam selalu eksis? Namun tidak menurut Syekh Nursamad Kamba ketika berada di panggung. Syekh Kamba selaku penyusun buku ini membabarkan bahwa apa yang kita pahami sebagai Islam padaBaca selengkapnya tentangAllah Senang Mempermudah, Tapi Jangan Digampangkan[…]