Profesional & Pengalaman

Ikut berpartisipasi membangun kebudayaan dan pendidikan manusia Indonesia.

Hamka Dalam Labirin Pustaka

Hamka Dalam Labirin Pustaka

Menurut Haidar Musyafa, Hamka menulis tidak kurang 120 buku. Selaksa buku ini mengabadikan tokoh Maninjau ini, dalam banyak aspek, hingga sekarang. Pendiri Panji Masyarakat ini sudah wafat setengah abad yang lalu, namun karyanya masih dicetak ulang dan dibaca oleh generasi sekarang. Buku terbaru Haidar Musyafa ini juga banyak berutang jasa kepada pustaka yang ditulis HamkaBaca selengkapnya tentangHamka Dalam Labirin Pustaka[…]

Talang Plastik

Talang Plastik

Oleh : Sirajuddin Bariqi Sekira akhir tahun lalu, saya diminta untuk menjadi pemateri dalam sebuah forum pelatihan di Kabupaten Kulon Progo. Oleh panitia kegiatan, saya dijadwalkan mengisi materi pada jam sepuluh malam. Karena sedikit-banyak saya tahu kondisi kepanitiaan, saya urung memprotes waktu dan tempat yang bagi saya cukup ekstrem. Waktu tempuh yang lumayan dan tempat yangBaca selengkapnya tentangTalang Plastik[…]

Buya Hamka dan Urat Tunggang Pancasila

Buya Hamka dan Urat Tunggang Pancasila

Senin malam, 7 Mei 1951 bertepatan dengan 30 Rajab 1370 H, Pemerintah Indonesia menggelar peringatan Isra’ dan Miraj’ Nabi Muhammad saw di Istana Negara, Jakarta. Dalam acara tersebut, Presiden Soekarno menyampaikan pidato kenegaraan yang kemudian dipancarkan secara nasional, baik melalui surat kabar-surat kabar maupun melalui Radio Republik Indonesia (RRI). Di antara hal penting yang disampaikanBaca selengkapnya tentangBuya Hamka dan Urat Tunggang Pancasila[…]

Hamka, Anak Nakal yang Kemudian Jadi Ulama Besar

Hamka, Anak Nakal yang Kemudian Jadi Ulama Besar

Mungkin tidak banyak yang tahu, nama Hamka adalah singkatan dari Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Sebagai orang Minang, lazim pula menyematkan sebutan “Buya” bagi para uztad atau penceramah agama, maka nama Buya Hamka, sangatlah terkenal, bahkan sampai sekarang, setelah 37 tahun beliau wafat. Tidak terhitung lagi buku yang ditulis oleh Hamka. Demikian pula buku yangBaca selengkapnya tentangHamka, Anak Nakal yang Kemudian Jadi Ulama Besar[…]

KISAH KIAI ABDUL JALAL I: BUAH MANIS SEJARAH PENYEBARAN ISLAM

KISAH KIAI ABDUL JALAL I: BUAH MANIS SEJARAH PENYEBARAN ISLAM

“Bismillah Ar-Rahman Ar-Rahim Sluman sluman slamet Slamet kersaning Allah Sengkola-sengkolo podo nyingkir Jatu kramaku cepakno Laa ilaha illallah teguh rahayu rahayu…” -ooOoo- Tak terbayangkan dalam pikiran saya, bagaimana peradaban Islam dimulai di tanah Nusantara yang sangat kaya raya ini. Bukan saja karena luas wilayahnya jauh melampaui Jazirah Arab, atau karena daratannya terpisah satu sama lain, terhalang olehBaca selengkapnya tentangKISAH KIAI ABDUL JALAL I: BUAH MANIS SEJARAH PENYEBARAN ISLAM[…]

Hamka Sebagai Sayap Malaikat

Hamka Sebagai Sayap Malaikat

Meski Bung Karno pernah memenjarakannya, Hamka tetap memaafkan. Di saat Pramoedya Ananta Toer menuduhnya sebagai seorang plagiat, Hamka tetap berlapang dada. Menganggap tuduhan Pram hanya kesalahpahaman semata. Hamka tetap mendudukkan Pramoedya sebagai sastrawan tanah air yang memiliki prestasi gemilang. Bahkan, saat Muhammad Yamin mendiamkannya bertahun-tahun lamanya hanya karena berseberangan pemikiran soal dasar negara, Hamka samaBaca selengkapnya tentangHamka Sebagai Sayap Malaikat[…]

Agar Generasi Zaman Now Melek Tokoh Bangsa

Agar Generasi Zaman Now Melek Tokoh Bangsa

Haidar Musyafa, Penulis Muda Spesialis Novel Biografi Banyak alasan seseorang untuk memutuskan menjadi penulis. Misalnya, ingin terkenal karena karyanya dibaca banyak orang. Namun, Haidar Musyafa berbeda. Dia menjadi penulis karena ingin menginspirasi anak muda agar melek kepada tokoh bangsa. ’’SAMPAI kapan pun, orang tuamu tidak akan pernah memintamu menjadi orang Belanda, Ngger! Rama hanya memintaBaca selengkapnya tentangAgar Generasi Zaman Now Melek Tokoh Bangsa[…]

Ki Hajar Dewantara Sang Visioner

Ki Hajar Dewantara Sang Visioner

Oleh HABIBULLAH* DALAM suasana perayaan 72 tahun kemerdekaan Indonesia, kita kembali perlu mengingat perjuangan Ki Hadjar Dewantara yang sangat visioner ketika mendirikan National Onderwijs Institut Tamansiswa. Bagi dia, perjuangan kemerdekaan tidak hanya terkait dengan minggatnya prajurit kolonial dari Indonesia. Tapi, yang lebih penting adalah kesiapan jiwa rakyat Indonesia untuk merdeka dan meng-Indonesia. Hal demikian akan terwujudBaca selengkapnya tentangKi Hajar Dewantara Sang Visioner[…]

Aksi Nyata Sukarno Bela Palestina

Aksi Nyata Sukarno Bela Palestina

Oleh : Sigit Ari Prasetyo “Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel.” Kalimat tersebut diucapkan Sukarno sebagai bentuk dukungan total Indonesia bagi perjuangan rakyat Palestina untuk menjadi negara merdeka. Kalimat tersebut juga sebagai posisi Indonesia yang terus menentang penjajahan bangsa Israel karena bertentangan denganBaca selengkapnya tentangAksi Nyata Sukarno Bela Palestina[…]