Profesional & Pengalaman

Ikut berpartisipasi membangun kebudayaan dan pendidikan manusia Indonesia.

Semakin dekat dengan Buya Hamka

Semakin dekat dengan Buya Hamka

Buya Hamka merupakan seorang sastrawan, wartawan, sekaligus ulama termasyur yang pernah dimiliki Indonesia. Kiprahnya dalam dunia dakwah dimulai dari menjadi seorang wartawan yang menulis artikel-artikel islam. Beberapa majalah besutan beliau baik yang ber-edisi singkat maupun panjang selalu viral dan dimintai pembaca, bahkan sempat dibredel, salah satunya adalah majalah Panji Masyarakat. Karya karya nya masih bisaBaca selengkapnya tentangSemakin dekat dengan Buya Hamka[…]

Jendral Qasem Soleimani

Jendral Qasem Soleimani

Oleh Ahmad Firman Ashari Sehabis berbuka puasa pada lima malam yang lalu, seorang senior mengirimiku sebuah pesan bergambar via whatsapp. Dalam gambar itu terlihat dirinya sedang memegang sebuah buku baru dengan gambar sampul mendiang Jenderal Qasem Soleimani yang berjudul: Jalan Cinta Sang Penumpas ISIS. Isi pesannya kurang lebih seperti ini: buku ini dibagikan cuma-cuma, buruan datangBaca selengkapnya tentangJendral Qasem Soleimani[…]

Tuhan itu Maha Asyik, Jangan Dibuat Rumit

Tuhan itu Maha Asyik, Jangan Dibuat Rumit

Dalam acara bedah buku Dari Allah Menuju Allah, di Pesantren Kaliopak Yogyakarta beberapa waktu lalu, Haidar Bagir—pendiri Penerbit Mizan, sekaligus penulis buku tersebut—mengatakan, bahwa hari ini di berbagai belahan dunia, banyak anak-anak muda yang menjadi ateis atau skeptis terhadap agama. Pendapat Haidar, senada dengan laporan dari lembaga riset sosial-politik Konda, yang dirilis berapa bulan lalu, seperti dimuat tirto.id, yangBaca selengkapnya tentangTuhan itu Maha Asyik, Jangan Dibuat Rumit[…]

“Kelakar Madura Buat Gus Dur”: Mengenal Madura Lewat Kelakar

“Kelakar Madura Buat Gus Dur”: Mengenal Madura Lewat Kelakar

by Irman Abdurrahman Kelakar dalam buku ini tak cuma memancing tawa tapi mengungkap makna di balik realitas. Buku ini juga bisa menjadi pengantar asyik ke dunia orang Madura, dan mengenal Madura—serta suku bangsa lain—adalah bagian dari upaya memahami Indonesia. BANYAK orang katanya pusing dengan cara Kiai Abdurrahman Wahid—atau Gus Dur—memimpin Indonesia dua dekade lalu, terutama karenaBaca selengkapnya tentang“Kelakar Madura Buat Gus Dur”: Mengenal Madura Lewat Kelakar[…]

Dedikasi dan Perjuangan Diplomasi Hadji  Agus Salim Demi Menjaga Martabat Negeri

Dedikasi dan Perjuangan Diplomasi Hadji Agus Salim Demi Menjaga Martabat Negeri

Oleh : Ridwan Nurochman Salah satu tokoh pergerakan nasional yang berjuang untuk mencapai kemerdekaan Indonesia adalah Haji Agus Salim. Tidak hanya itu, dia juga berjuang dalam upaya untuk mendapat pengakuan kedaulatan dari negara lain. Pria yang lahir di Koto Gadang, Sumatra Barat pada 8 Oktober 1884 dengan nama Masyhudul Haq yang berarti ” Pembela Kebenaran”,Baca selengkapnya tentangDedikasi dan Perjuangan Diplomasi Hadji Agus Salim Demi Menjaga Martabat Negeri[…]

Menguak Sisi Berbeda Sang Proklamator Ulung

Menguak Sisi Berbeda Sang Proklamator Ulung

Penulis : Muhammad Sapi’i, Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya Sukarno sebagai seorang tokoh besar punya banyak hal yang menarik untuk diperhatikan, bahkan sampai hal-hal terkecil tentangnya. Lapisan-lapisan kehidupannya seakan  tidak bakal habis dikupas. Banyak buku yang membahas itu, tapi yang tentunya paling gurih adalah yang diceritakan langsung oleh orang yang hampir setiap hari bergaul dengannya.Baca selengkapnya tentangMenguak Sisi Berbeda Sang Proklamator Ulung[…]

SOEDIRMAN: Santri Muhammadiyah yang Jadi Panglima Besar

SOEDIRMAN: Santri Muhammadiyah yang Jadi Panglima Besar

Ia terlahir dengan nama Sudirman pada 24 Januari 1916 di Kampung Bodas, Dukuh Rembang, Karangjati, Purbalingga, Jawa Tengah. Ayahnya, Karsid Kartowirodji, adalah seoran pekerja di Pabrik Gula Kalibagor, Banyumas. Ibunya, Siyem, adalah perempuan terhormat berdarah ningrat, anak-turun Wedana Rembang. Saat berusia enam tahun, Ayah Sudirman meninggal dunia. Merasa tidak tega melihat Siyem membesarkan anaknya seorangBaca selengkapnya tentangSOEDIRMAN: Santri Muhammadiyah yang Jadi Panglima Besar[…]

KH. AR Fachruddin: Jejak Bijak Sang Pemimpin Ideal

KH. AR Fachruddin: Jejak Bijak Sang Pemimpin Ideal

Abdur Rozak Fachruddin—untuk selanjutnya dituliskan ‘A.R.’—bukan ulama biasa. Ia selalu berhasil membantu umat menyelesaikan ragam permasalahannya. Tidak semua permasalahan dijawabnya dengan dalil yang disertai ayat dan tafsir, matan hadis, hingga syarah atau penjelasannya. A.R. justru menjawab permasalahan-permasalahan itu dengan bahasan yang ringan-ringan saja. Tak jarang solusi itu justru ditemukan dalam obrolan ringan di warung makanBaca selengkapnya tentangKH. AR Fachruddin: Jejak Bijak Sang Pemimpin Ideal[…]

Meneladani Dakwah Nabi Muhammad Saw

Meneladani Dakwah Nabi Muhammad Saw

Oleh: Ashimuddin Musa Sebuah Negara yang dibangun tanpa berlandaskan nilai-nilai atau prinsip-prinsip dasar akan beresiko kehancuran. Dalam sebuah negara akan ditemukan berbagai macam suku dan budaya serta agama. Pentingnya nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari karena setiap individu memiliki banyak kepentingan yang berbeda. Jika dalam kehidupan saja tidak dibatasi dengan nilai-nilai, maka setiap orang bebas mengekspresikan keinginanBaca selengkapnya tentangMeneladani Dakwah Nabi Muhammad Saw[…]

Pertemuan “Dua Fajar” Barat dan Timur

Pertemuan “Dua Fajar” Barat dan Timur

Oleh: Muhammad Sapi’i Sukarno dan John F. Kennedy adalah sepasang cahaya di tengah muramnya dunia karena tingginya tensi Perang Dingin. Sukarno menyinari dari Timur, Kennedy menyambutnya di Barat. Keduanya membangun hubungan sebagai sahabat, untuk kemudian bergandengan tangan mewujudkan sebuah mimpi perdamaian dunia tanpa eksploitasi dan imperialisme. Di masa kejayaan keduanya, perseteruan antara Blok Barat danBaca selengkapnya tentangPertemuan “Dua Fajar” Barat dan Timur[…]