Mencintai Allah Secara Merdeka Buku Saku Tasawuf Praktis Pejalan Maiyah

Rp100,000

Penulis: Dr. Muhammad Nursamad Kamba

Format: 13,5 X 20 cm

ISBN: 978-602-8648-33-2 Jumlah halaman: 334
Harga: Rp 100.000,- Kode buku: XM-16
Terbit: Juli 2020 Kategori: AGAMA ISLAM
Categories: , Tag:
Share:

Description

”Protokoler keagamaan” yang banyak sekali ’printilannya’ malah membangun hijab antara manusia dengan Tuhan. Berbagai tata-cara peribadatan malah membuat umat merasa asing pada Sang Mutlak. Akibatnya, manusia gagap memahami Tuhan. Manusia tersesat, tak tahu caranya menuju Tuhan yang benar-benar Tuhan, yang tak terkonsepsikan, yang hanya bisa diimplementasikan dalam cinta dan laku kebaikan. Sebab, umat kadung dicekoki oleh ”tuhan-tuhan” palsu, penjelmaan hawa nafsu yang berhasil mengecoh akal sehat.

Dalam buku ini, Dr. Muhammad Nursamad Kamba, Guru Besar Ilmu Tasawuf alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, seorang sufi zaman now yang sangat produktif menulis, mengajak kita untuk ’pulang’ kembali pada Sang Mutlak yang penuh cinta. Ia mengajak kita untuk bareng-bareng mereparasi akal, agar kembali pada fitrahnya, sehingga dengannya kita bisa membangun kesadaran tentang Sang Kekasih yang tak pernah berhenti mencintai umat-Nya. Bersama akal sehat itu kita akan membangun cinta pada Tuhan dan menjalin perjumpaan dengan-Nya.

Nabi Muhammad Saw., nyata-nyata telah memberi keteladanan pada kita tentang bagaimana caranya ’berjumpa’ dengan Tuhan. Keteladanan yang sayangnya jarang tampil pada kita gegara sebagian besar “pemuka agama”—yang secara sembrono kadung dianggap sebagai “representasi firman-firman Tuhan”—tak pernah menghadirkan keteladanan itu pada umat. Padahal, hanya dengan meneladani Nabi Saw., kita akan sadar bahwa manusia berhak mencintai Allah secara merdeka.

 

Endorsement:

“Manusia yang benar-benar merdeka ialah orang yang terbebas dari belenggu makhluk apa saja. Yang hanya tunduk kepada Sang Khaliknya. Laa ilaaha illallah. Hanya orang merdeka yang benar-benar bisa murni mencintai Tuhannya. Saudaraku, Allahu yarham Muhammad Nursamad Kamba, adalah satu contoh manusia yang benar-benar merdeka. Beliau bahkan tak terbelenggu oleh maqamnya yang tinggi, oleh kekiaiannya, oleh keprofesorannya, atau kedudukan-kedudukannya yang lain. Lihatlah saat beliau nglesot merdeka di Maiyahan bersama Cak Nun dan umatnya. Beliau begitu biasa dan begitu hanya hamba. Maka tak heran bila beliau mampu mencintai Allah dengan seharusnya. Dan alhamdulillah, sebelum pulang atas panggilan Kekasih Sejatinya, beliau sempat meninggalkan wasiat atau warisan berharga: Buku ini. Buku tentang ‘dirinya’. Hamba yang mencintai Allah secara merdeka.”

—K.H. Ahmad Mustofa Bisri, Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin, Rembang

“Pernah dipameri cerita oleh sahabat tentang pengalaman tak terlupakannya saat menumpang mobil mewah? AC-nya, jok jahitan tangannya, akustiknya, peredam geronjalannya hingga polisi tidur pun tak terasa dan sebagainya? Tapi lupa ia ceritakan tentang sang pemberi tumpangan itu? Heuheuheu… Inilah tamsil orang beragama yang keasyikan beragama namun lupa berasyik-masyuk dengan Sang pemberi agama tersebut. Buku saku karya Buya Kamba ini menghindarkan kita dari menjadi orang yang semalang itu.”

—Sujiwo Tejo, Dalang dan Penulis Buku Megabestseller Tuhan Maha Asyik 1 & 2

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Mencintai Allah Secara Merdeka Buku Saku Tasawuf Praktis Pejalan Maiyah”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *