Profesional & Pengalaman

Ikut berpartisipasi membangun kebudayaan dan pendidikan manusia Indonesia.

BENCANA LITERASI, BENCANA BANGSA DAN PERADABAN

BENCANA LITERASI, BENCANA BANGSA DAN PERADABAN

Oleh Aguk Irawan MN* Literasi tak cuma menafsirkan kenyataan, tapi juga mengubahnya. Thomas Bartholin, teolog Denmark mengemukakan ini, 4 abad yang lampau. Kemudian ia melanjutkan, tanpa literasi, Tuhan diam, keadilan terbenam, sains macet, sastra bisu, dan seluruhnya dirundung kegelapan. Karena dengan literasi, kepribadian seseorang, juga sosial bisa terbentuk, dan lantaran literasi pula, peradaban suatu bangsaBaca selengkapnya tentangBENCANA LITERASI, BENCANA BANGSA DAN PERADABAN[…]

Sekali Lagi Islam Nusantara

Sekali Lagi Islam Nusantara

Oleh ACHMAD FAESOL Identitas muslim Indonesia tidak tergantung pada tokoh agama, kekuasaan, dan organisasi kemasyarakatan. Sepenuhnya dijaga kesanggupan masing-masing untuk terus mempertahankan corak keislaman di tengah gempuran perang budaya global. TERMINOLOGI Islam Nusantara menjadi tema utama pada Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-33 di Jombang, Jawa Timur, 2015 lalu. Sejak itu, istilah Islam Nusantara menjelma sebagai diskursus keilmuan yangBaca selengkapnya tentangSekali Lagi Islam Nusantara[…]

Yang Membuat Hukum Tajam ke Atas dan Bawah

Yang Membuat Hukum Tajam ke Atas dan Bawah

Oleh  WILDANI HEFNI * KOMITMEN Hakim Agung Artidjo Alkostar dalam memperjuangkan kebenaran dan menegakkan keadilan tumbuh dalam akal sehat dan nuraninya yang paling dalam. Kisah dalam buku ini menggambarkan ketukan palu Artidjo yang selalu menggelegar, menghantam pelaku kejahatan, tak peduli pada ancaman fisik, tak takut dengan gertakan santet, tak mempan dengan uang, dan tak pandangBaca selengkapnya tentangYang Membuat Hukum Tajam ke Atas dan Bawah[…]

Resensi: Suluk Gunung Jati

Resensi: Suluk Gunung Jati

  Judul : Suluk Gunung Jati Penulis : E. Rokajat Asura Penerbit : Imania Cetakan : Pertama, September 2016 Tebal : 327 halaman ISBN : 978-602-7926-26-4     Syaikh Syarif Hidayatullah atau yang dikenal sebagai Sunan Gunung Jati merupakan salah satu dari walisongo yang berjuang di tanah Jawa—khususnya di daerah Cirebon, Jawa Barat. Dia lahir 1448 Masehi. Ayahnya bernama Syarif Abdullah—merupakan seorangBaca selengkapnya tentangResensi: Suluk Gunung Jati[…]

Peran Sunan Gunung Jati dalam Penyebaran Islam

Peran Sunan Gunung Jati dalam Penyebaran Islam

Syaikh Syarif Hidayatullah atau yang dikenal sebagai Sunan Gunung Jati merupakan salah satu dari walisongo yang berjuang di tanah Jawa—khususnya di daerah Cirebon, Jawa Barat. Dia lahir 1448 Masehi. Ayahnya bernama Syarif Abdullah—merupakan seorang dari Kesultanan Mamluk Mesir dan disinyalir masih keturunan dari Nabi Muhammad saw. Sedang ibunya adalah Nyimas Rarasantang yang merupakan keturunan dariBaca selengkapnya tentangPeran Sunan Gunung Jati dalam Penyebaran Islam[…]

Khilafah Bagian Pilar Keimanan Itu ’Lebay’

Khilafah Bagian Pilar Keimanan Itu ’Lebay’

di zaman Rasulullah dan Khulafaurrasyidin, fungsi pemimpin adl pelindung ummat, Rasul katakan “Imam laksana perisai” di zaman kapitalisme, pemerintah berubah jd broker penjajah yg menjual kekayaan ummat, dan menguntungkan dirinya sendiri di masa Rasulullah dan Khulafaurrasyidin serta Khilafah Islam, ummat terjamin terpenuhinya keperluan pokok, dgn hukum syariat Allah di masa ini, saat kapitalis merajalela, ummat-lahBaca selengkapnya tentangKhilafah Bagian Pilar Keimanan Itu ’Lebay’[…]

Ngawur Karena Benar (Apresiasi Andrea Hirata)

Ngawur Karena Benar (Apresiasi Andrea Hirata)

Andrea Hirata memuji acara lauching Mbah Sujiwo Tejo yang unik. Andrea belum pernah melihat launching buku yang berbeda dari launching buku lainya.. “..menurut saya sebuah buku itu harus punya “impact” pada masyarakat, dan inilah buku yang ditunggu-tunggu, selamat untuk Sijiwo Tejo..” ucap Andrea Hirata.

Jenderal Soedirman dan Jalan Gerilya

Jenderal Soedirman dan Jalan Gerilya

“Yang sakit itu Sudirman, Panglima Besar tidak pernah sakit.” Kalimat di atas keluar dari mulut Panglima Besar Sudirman tatkala Bung Karno menolak ikut gerilya. Tubuh ringkih itu memilih jalan gerilya, membakar semangat prajurit, membuktikan pada dunia – negara Indonesia tetap ada sekalipun para pemimpin politik telah ditawan Belanda. Dalam kondisi sakit-sakitan mendaki bukit, menembus belantara,Baca selengkapnya tentangJenderal Soedirman dan Jalan Gerilya[…]