Buku ”Tuhan Maha Asyik” Ajak Masyarakat Jaga Persatuan

SEMARANG– Budayawan Sujiwo Tejo membedah buku karyanya berjudul ”Tuhan Maha Asyik” dalam acara Ngaji Budaya di Gedung Auditorium II kampus III UIN Walisongo, Senin (13/11).

Dalam karyanya tersebut, dia mengajak agar setiap manusia tidak mendefinisikan Tuhan secara personal untuk menjaga persatuan Indonesia. ”Buku ini diterbitkan karena kebetulan sekarang banyak masyarakat saling membentuk kubu yang berpotensi menyebabkan perpecahan,” urainya. Bedah buku tersebut juga dihadiri Nur Samad ”Buya Kamba” yang juga ikut menulis dalam buku tersebut. Ratusan mahasiswa nampak antusias mengikuti acara tersebut. Dia menginginkan melalui karyanya tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi pembaca. Dengan demikian, bisa memberi dampak untuk menjaga persatuan dan kesatuan Nusantara. ”Saya dan Buya menulis buku ini secara santai dan tidak menyangka akan selesai saat terjadi banyak peristiwa politik dan sosial di Indonesia,” imbuhnya.

Buya Kamba memaparkan, dalam isi buku tersebut mendeskripsikan konsep mengenal Tuhan secara menyeluruh. Menurutnya, saat ini yang menyebabkan konflik agama karena setiap individu mengenal Tuhan secara personal. ”Semua agama mengajarkan kedamaian dan perdamaian.

Keberagaman agama adalah suatu hal yang menciptakan keindahan dan harmoni dalam kehidupan.” Sementara itu, ketua panitia acara Ahmad Sajidin mengatakan, bedah buku ini merupakan salah satu program kuliah.

Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu menyerap ilmu dalam kegiatan itu. ”Sujiwo Tejo ini kan seniman yang karyanya banyak dikagumi masyarakat. Jadi melalui kegiatan ini diharapkan peserta bisa mengambil intisari dan ilmu,” tandasnya.( fri-22)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/smcetak/detail/15156/Buku-Tuhan-Maha-Asyik-Ajak-Masyarakat-Jaga-Persatuan

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *