“Kelakar Madura Buat Gus Dur”: Mengenal Madura Lewat Kelakar

by Irman Abdurrahman

Kelakar dalam buku ini tak cuma memancing tawa tapi mengungkap makna di balik realitas. Buku ini juga bisa menjadi pengantar asyik ke dunia orang Madura, dan mengenal Madura—serta suku bangsa lain—adalah bagian dari upaya memahami Indonesia.

BANYAK orang katanya pusing dengan cara Kiai Abdurrahman Wahid—atau Gus Dur—memimpin Indonesia dua dekade lalu, terutama karena pernyataan-pernyataannya yang ceplas-ceplos dan nyeleneh. Bahkan para elite politik yang konon pemikiran mereka canggih-canggih juga ikutan mumet. Sampai-sampai mereka tak sabaran untuk menanti Gus Dur tetap berkuasa hingga masa jabatannya tuntas.

Tapi itu tak berlaku bagi orang Madura. Contohnya, Pak Baidowi. Bekas modin (penghulu) dan mantan pendorong komidi putar yang akhirnya jadi guru les ilmu bumi ini mengaku tak pernah pening dengan Gus Dur. “Bagaimana kita bisa pusing dipimpin Gus Dur, bumi tiap saat berputar saja kita juga tidak pusing,” katanya.

“Pak Baidowi” adalah salah satu kawula Madura dalam buku Kelakar Madura Buat Gus Dur karya Sujiwo Tejo. Tejo “menciptakan” Pak Baidowi untuk menunjukkan bagaimana kespontanan, kengototan, dan kepolosan orang Madura justru menjadi kelakar menyegarkan dalam melihat realitas yang dianggap rumit. Orang Madura sendiri mungkin tak menganggap itu lelucon, tapi orang bukan-Madura bisa tersenyum simpul hingga tertawa terbahak. Dan inilah tema utama buku ini.

Kelakar dalam buku ini tak cuma memancing tawa tapi mengungkap makna di balik realitas. Buku ini juga bisa menjadi pengantar asyik ke dunia orang Madura, dan mengenal Madura—serta suku bangsa lain—adalah bagian dari upaya memahami Indonesia.

BANYAK orang katanya pusing dengan cara Kiai Abdurrahman Wahid—atau Gus Dur—memimpin Indonesia dua dekade lalu, terutama karena pernyataan-pernyataannya yang ceplas-ceplos dan nyeleneh. Bahkan para elite politik yang konon pemikiran mereka canggih-canggih juga ikutan mumet. Sampai-sampai mereka tak sabaran untuk menanti Gus Dur tetap berkuasa hingga masa jabatannya tuntas.

Tapi itu tak berlaku bagi orang Madura. Contohnya, Pak Baidowi. Bekas modin (penghulu) dan mantan pendorong komidi putar yang akhirnya jadi guru les ilmu bumi ini mengaku tak pernah pening dengan Gus Dur. “Bagaimana kita bisa pusing dipimpin Gus Dur, bumi tiap saat berputar saja kita juga tidak pusing,” katanya.

“Pak Baidowi” adalah salah satu kawula Madura dalam buku Kelakar Madura Buat Gus Dur karya Sujiwo Tejo. Tejo “menciptakan” Pak Baidowi untuk menunjukkan bagaimana kespontanan, kengototan, dan kepolosan orang Madura justru menjadi kelakar menyegarkan dalam melihat realitas yang dianggap rumit. Orang Madura sendiri mungkin tak menganggap itu lelucon, tapi orang bukan-Madura bisa tersenyum simpul hingga tertawa terbahak. Dan inilah tema utama buku ini.

Sumber : https://kutukata.id/2020/04/07/wacana/kelakar-madura-buat-gus-dur-mengenal-madura-lewat-kelakar/

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *