Bincang Buku “Sang Penggesek Biola

Di hari-hari sebelum kongres pemuda berlangsung, ada satu pertemuan penting: Wage Rudolf Supratman datang ke Fromberg Park menemui Sugondo Joyopuspito, A Sigit, Arnold Mononutu. Pertemuan ini, konon sudah direkomendasikan M. Yamin, karena ia tahu Supratman sudah menciptakan lagu kebangsaan yang bisa dinyanyikan saat kongres. Di pertemuan inilah diputuskan lagu ciptaan Supratman akan dibawakan saat kongres pemuda kedua.
Sebenarnya ada beberapa lagu yang juga dipertimbangkan saat itu, salah satunya Indonesia Subur. Konon lagu itu punya kualitas musikal lebih baik dari lagu Indonesia ciptaan Supratman (kelak menjadi Indonesia Raya). Namun pada akhirnya lagu Indonesia yang kemudian terpilih dengan beberapa pertimbangan…

Buat kawan-kawan, ada rencana membincangkan kisah Wage Rudolf Supratman dalam novel saya: Sang Penggesek Biola, sebuah roman Wage Rudolf Supratman (terbitan Penerbit Imania), di Rumah Banjarsari, Jumat 19 Oktober 2018 pk. 19.30 wib. Semoga kawan2 bisa hadir….

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *