Kisah Dua Sahabat di Timur dan Barat

PERISTIWA kematian Presiden Amerika Serikat John F Kennedy menjadi bagian paling kelam dalam sejarah Amerika. Seorang presiden bisa terbunuh dengan mudahnya di tengah pengawalan yang begitu ketat.

Kabar itu pun terdengar Presiden Republik Indonesia pertama Soekarno yang merupakan sahabat dari Presiden ke-35 Amerika itu. Soekarno menyampaikan luka mendalam karena kehilangan salah satu sahabat terdekatnya.

Soekarno dan John F Kennedy ialah sepasang cahaya di tengah muramnya wajah dunia karena tingginya tensi Perang Dingin. Soekarno menyinari dari Timur, Kennedy menyambutnya di Barat. Keduanya membangun hubungan sebagai sahabat, untuk kemudian bergandengan tangan mewujudkan sebuah mimpi perdamaian dunia tanpa eksploitasi dan imperialisme.

Di masa kejayaan keduanya, perseteruan antara Blok Barat dan Timur berusaha diakhiri. Di masa kedekatan keduanya, masalah Irian Barat dapat terselesaikan tanpa perang dan pertumpahan darah.

Wajah muka bumi seolah mulai dipoles menuju ‘perdamaian abadi’ kala keduanya bersinergi. Namun, tragedi Dallas yang berujung kematian Kennedy sontak membuyarkan segalanya.

Barat dan Timur kembali bersitegang, dan Soekarno lengser dari kekuasaannya sebagai tawanan politik di rumahnya sendiri. Perdamaian abadi seolah tinggal mimpi.

Kisah 1.000 hari persahabatan Soekarno dan Kennedy dapat memberi kita sebuah pelajaran penting, yakni hubungan antarnegara dapat kukuh berdiri di atas fondasi persahabatan para pemimpinnya yang tulus dan jujur. Buku ini pun menyelisik kisah-kisah istimewa dan menariknya hubungan personal kedua tokoh itu yang belum banyak tersiar.

Istri Soekarno, Yurike Sanger, mengatakan banyak hal yang dapat dipelajari dari buku ini. Tidak hanya tentang persahabatan erat dan kedekatan personal antara Soekarno dan John F Kennedy, tetapi juga harapan dan impian kedua pemimpin untuk mewujudkan tatanan dunia yang lebih aman, adil, demokratis, dan tentunya memanusiakan manusia.

Sumber: http://mediaindonesia.com/read/detail/181910-kisah-dua-sahabat-di-timur-dan-barat

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *