Sukarno Milik Dunia

Aura Sukarno tak pernah lekang zaman. Tidak hanya di Indonesia, sosoknya telah bergaung di seantero di dunia, menjadi tokoh yang sudah tidak asing lagi bagi jutaan umat manusia, termasuk para pemimpin dunia. Sisi-sisi pertemanan Sukarno dengan tokoh dunia ini diceritakan kembali oleh diplomat muda Sigit Aris Prasetyo melalui buku Dunia dalam Genggaman Bung Karno.

Karya kedua Sigit ini mengisahkan kehidupan persahabatan Sukarno dengan para tokoh dunia dalam upayanya membangun tatanan dunia baru yang lebih aman, damai, adil dan sejahtera. Rasa percaya diri Sukarno saat menemui serta menjalin pertemanan dengan pemimpin dunia menjadi sudut yang hendak diangkat Sigit. Termasuk di antaranya kisah-kisah menarik yang belum banyak terekam sejarah.

Melalui Dunia dalam Genggaman Bung Karno, Sigit tidak menekankan isu politik luar negeri, melainkan segi kemanusiaan yang justru lebih membekas pada pemimpin dunia. “Misalnya, bagaimana Sukarno bisa dekat dengan pemimpin Afrika yang jauh, namun tetap bisa menyempatkan diri berkunjung ke sana,” ujarnya dalam bedah buku Dunia dalam Genggaman Bung Karno di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (2/3).

Yang ingin disampaikan buku tersebut sederhana. Sigit ingin mengupas dan mengingatkan kembali pada publik, terutama dirinya sendiri yang merupakan seorang diplomat, bahwa Indonesia memiliki tokoh luar biasa. Sebagai konseptor dan diplomat ulung, Sukarno patut dijadikan contoh bagaimana menjalin pertemanan dan membawa nama Indonesia ke dunia internasional.

Kurang lebih 25 tokoh internasional yang dihadirkan Sigit dalam bukunya. Mereka tidak hanya dari negara maju, juga dari dunia ketiga, di mana pada negara-negara itulah, Sigit menemukan banyak artefak yang ditinggalkan Sukarno. “Uniknya, justru orang setempat yang lebih banyak mengingat dibandingkan orang Indonesia sendiri. Makanya, saya menjadikan buku ini sebagai reminder akan peninggalan Sukarno,” ujar Sigit.

Ia memberikan contoh ketika melakukan riset di Uzbekistan pada dua tahun silam. Pada kesempatan itu, Sigit menemukan buku khusus tentang Sukarno yang dibuat sejarawan Uzbekistan. Imam besar di daerah setempat juga menuturkan pada Sigit bahwa Sukarno berperan banyak dalam perbaikan makam Imam Besar Bukhori yang dulu kondisinya buruk.

Dampak dari sikap Sukarno pada beberapa dekade lalu dirasakan langsung oleh Sigit. Ketika di sana, ia dimudahkan untuk mengakses makam Imam Besar Bukhori. “Betapa banyaknya jasa Sukarno yang bisa menjadi aset dan potensi yang memudahkan kita untuk menjalin dengan partner di luar negeri,” tuturnya.

  1. Sukarno Milik Dunia (2)

    Sigit menunjukkan, bahwa sebagai seorang pemimpin negeri, Sukarno memiliki cara unik untuk tetap menjalin silaturahmi dengan tokoh dunia. Sigit berharap sekiranya buku Dunia dalam Genggaman Bung Karno dapat menjadi salah satu referensi dalam melihat sisi lain ketokohan Sukarno, khususnya mengenai di balik cerita persahabatan Sukarno dengan tokoh dunia.

Tentu saja, Sigit menambahkan, Sukarno telah hidup pada zamannya. Tapi, tidak ada salahnya apabila publik Indonesia tetap mengambil pembelajaran, meneladani atau bahkan meneruskan cita-cita maupun pemikiran yang sampai kini tetap relevan. “Terutama, dalam hal membangun tatanan dunia baru,” ucap Sigit.

Buku Dunia dalam Genggaman Bung Karno, dijelaskan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia A.M Fachir, melengkapi beratus buku tentang Sukarno yang dihasilkan penulis dalam maupun luar negeri. Menurut dia, tidak akan habis jika terus membahas pemikiran dan sosok multidimensi Sukarno yang dilahirkan pada zamannya, namun mempunyai pemikiran maju.

Sukarno merupakan salah satu anak bangsa terbaik yang sampai kini menjadi inspirasi banyak generasi muda Indonesia dan luar negeri, terutama caranya berdiplomasi. Sosoknya yang cerdas dan menjunjung pertemanan tanpa melupakan bangsa terekam jelas dalam tulisan Sigit. “Dari buku ini, dapat disimpulkan menarik bahwa beliau (Sukarno) mampu membangun keterikatan antarbangsa yang lebih damai dan sejahtera,” ucap Fachir.

Beberapa tokoh dunia yang disebut, di antaranya Presiden ke-35 Amerika Serikat John F Kennedy. Fachir menambahkan, persahabatan Sukarno dengan para pemimpin dunia ini menjadi diplomasinya yang menembus sekat. Di sinilah, kekuatannya yang dapat diterima dan dipercaya dunia, membuat nama Sukarno tidak terlupakan sampai kini.

Sejarawan LIPI Asvi Warman Adam menuturkan, Sukarno merupakan pemimpin Indonesia yang paling kerap melawat ke luar negeri. Dalam rentang waktu 1950 sampai 1965, setidaknya dua per tiga negara di dunia sudah dilaluinya. “Menariknya juga, beliau berteman dengan pemimpin dari berbagai ideologi, apa pun tipe negaranya, dari kapitalis sampai sosialis,” ujarnya.

Selain dari tokoh dunia ketiga, Asvi menyarankan agar Sigit ataupun diplomat muda lain turut menyinggung tokoh lain yang juga penting digambarkan seperti Mantan Perdana Menteri Portugal António de Oliveira Salazar. Pada 1960-an, Sukarno melakukan kunjungan ke Portugal dan bertemu dengan Salazar yang sempat memicu konflik dengan Belanda.

  1. Sukarno Milik Dunia (3)

    Tanpa melepas sosoknya sebagai pemimpin negara, Asvi menjelaskan, Sukarno merupakan sosok manusia yang mengagungkan persahabatan. Ia menyukai pertemanan tanpa mengorbankan kepentingan bangsa yang pada akhrinya menjadi senjata pamungkas Sukarno untuk membina hubungan baik dengan tokoh penting dunia.

Jarak dan waktu tidak menjadi kendala bagi Sukarno untuk melanglang buana. Dalam buku Cindy Adams, Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Sukarno menjelaskan alasannya kerap melakukan perlawatan. “Aku ingin agar Indonesia dikenal orang. Aku ingin dunia tahu bagaimana rupa orang Indonesia dan melihat bahwa kami bukan lagi, ‘bangsa yang tolol’ seperti orang Belanda berulang-ulang menyebut kami,” kata Sukarno.

Untuk itu, Asvi menuturkan, Sukarno melanglang buana tanpa batas dalam menjalin persahabatan dan pertemanan dengan negara di Timur maupun Barat. “Sukarno bukan hanya milik Indonesia, melainkan milik dunia,” ucapnya.

Sumber: http://www.harnas.co/2017/03/10/sukarno-milik-dunia/sukarno-milik-dunia

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *