Semakin dekat dengan Buya Hamka

Buya Hamka merupakan seorang sastrawan, wartawan, sekaligus ulama termasyur yang pernah
dimiliki Indonesia. Kiprahnya dalam dunia dakwah dimulai dari menjadi seorang wartawan yang
menulis artikel-artikel islam. Beberapa majalah besutan beliau baik yang ber-edisi singkat
maupun panjang selalu viral dan dimintai pembaca, bahkan sempat dibredel, salah satunya
adalah majalah Panji Masyarakat. Karya karya nya masih bisa dinikmati hingga saat ini, mulai
dari novel (Tenggelamnya kapal van der wijk, Di bawah lindungan ka’bah, dll), buku agama
(pelajaran agama islam, penuntun jiwa dll), sejarah (sejarah umat islam, dari perbendaharaan
lama, di tepi sungai dajlah, dll) hingga karya masterpiece tafzir Al –Azhar 30 juz. Tak ayal Buya
Hamka menjadi sosok pembaharuan paling berpengaruh tak hanya di Nusantara, namun juga
meluas hingga luar negeri. Kemansyuran beliau menyebabkan banyaknya buku buku beredar
tentang kisah hidup buya hamka baik fiksi maupun non fiksi. Buya Hamka sebuah novel biografi
yg ditulis oleh penulis asal Yogyakarta, Haidar Musyafa salah satunya, spesialis penulis buku
sejarah biografi. Novel biografi setebal 837 halaman ini berisi tentang kisah hidup Buya Hamka
mulai dari kecil hingga tutup usia.

Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau yang biasa disebut HAMKA semasa kecil sama dengan
kebanyakan anak- anak lainnya, suka bermain dan bandel. Lahir dari keluarga ulama
membuatnya sedari dini digembleng sang ayah untuk belajar agama. Harapan besar sang ayah
agar Malik (panggilan masa kecil Hamka) menjadi seorang alim ulama yang dikenal luas oleh
masyarakat, membuat sang ayah menerapkan belajar yang keras kepada Malik. Malik yang
sejatinya adalah anak yg cerdas merasa terkekang oleh aturan sang ayah yang dinilai sangat kaku
dalam menerapkan pelajaran agama padanya. Jiwa memberontak Malik muncul dan
menjadikannya dicap sebagai anak bandel dan nakal. Meski demikian karena pada dasarnya
Malik adalah anak yang cerdas, Malik tetap haus akan ilmu, baik ilmu agama maupun umum.
Banyak buku dilahapnya melebihi anak-anak seumurannya. Bibliotek Zainaro milik seorang
guru di Diniyah School, yaitu Syaikh Zainuddin Labay El- Yunusy memegang peranan penting
dalam hal asupan bacaan Malik ketika Malik tidak punya akses bacaan umum selain buku- buku
agama, yang sayangnya menjadi kambing hitam oleh Haji Rasul karena membuat Malik menjadi
malas belajar dan bolos sekolah. Menginjak remaja Malik tak ubahnya remaja pada umumnya, jatuh cinta dan menulis surat- surat cinta kepada kawan wanitanya. Bahkan Malik pernah kabur
dari rumah karena kekecewaan terhadap ayahnya yang mendidiknya secara keras. Sesuatu yang
tidak pernah terbesit dalam hati pembaca akan hal- hal labil pada sosok Hamka remaja.

Dalam novel biografi Hamka ini hampir separuh dari isi bukunya membahas masa kecil hingga
remaja Hamka. Kemudian berlanjut masa masa Hamka masuk kedunia jurnalis, masuk dalam
kenggotaan Muhammadiyah dan Sarekat Islam hingga keterlibatan dalam perjuangan
kemerdekaan. Dari sini muncul tokoh- tokoh ternama Indonesia seperti saat di Sarekat Islam,
HOS. Tjokroaminoto, Raden Mas Soerjopranoto, Ki Bagoes Hadikoesoemo, dan K.H
Fachruddin. Kemudian ada Haji Agoes Salim saat Hamka merantau ke Mekkah dan tokoh-tokoh
lainnya. Sempat dipenjara selama 2 tahun 4 bulan karena berbeda pandangan politik dengan
Presiden Soekarno tak lantas membuatnya surut dalam berkarya. Justru karya masterpiece nya
berupa Tafsir Al Azhar mampu diselesaikan selama dalam masa tahanan.

Pada novel ini juga diceritakan sisi romantisme Hamka bersama Siti Raham. Hamka sempat
dihimbau keluarga untuk berpoligami, namun Hamka menolak dan tetap setia bersama Siti
Raham mengarungi samudera pernikahan dan saling mendukung dalam setiap kondisi. Setelah
Siti Raham mangkat, Hamka menikah dengan Siti Chatidjah. Keputusan inipun didukung oleh
anak-anak Hamka, agar di usia lanjutnya Hamka ada yang menemani dan mendukung dakwah
beliau. Hamka wafat pada 24 Juli 1981, namun peran dan jasanya pada Indonesia masih terasa
hingga saat ini. Berbagai karya tulis telah ditelurkan dan selalu cetak ulang sehingga generasi
sekarang dan yang akan datang masih bisa menikmati karya-karyanya. Beberapa anugrah
penghargaan juga pernah diperoleh Hamka baik nasional maupun internasional, seperti Doktor
Honoris Causa, Universitas Kebangsaan Malaysia dan anugerah kehormatan Doctor Honoris
Causa, Universitas al-Azhar, dan gelar Profesor dari universitas Musthopo, Jakarta. Tak ayal
Hamka menjadi sosok ulama berpengaruh sepanjang zaman yang dimiliki Indonesia. Seperti
dituturkan Soekarno pada novel ini “…semoga adinda Hamka menjadi suluh penerang bagi
rakyat negeri ini. Baik melalui buku-buku yang adinda tulis maupun dengan ceramah- ceramah
agama yang adinda berikan pada masyarakat.” Pun perdana menteri Malaysia ke-2 Tun Abdul
Razak menilai seorang Hamka “ Hamka bukan saja milik bangsa Indonesia, tapi juga kebanggan
bangsa-bangsa Asia Tenggara.”

Kisah hidup Hamka yang dikemas Haidar Musyafa dalam bentuk novel dengan alur maju sangat
memudahkan pembaca untuk menyerap informasi berkaitan dengan Hamka dan peristiwa-
peristiwa yang terjadi pada masa itu. Bahasa yang digunakan penulis dalam novel ini adalah
bahasa popular dan juga cenderung lembut dan santun. Banyak buku beredar tentang Hamka
dengan penulis berbeda namun dalam novel biografi ini bisa dibilang adalah buku paling detail
dalam memuat kisah masa kecil Hamka yg tidak banyak diketahui oleh pembaca. Haidar
Musyafa sendiri berusaha menggunakan informasi-informasi yang mendekati kebenaran,
sehingga hasil tulisan ini dapat dipertanggung jawabkan. Bicara tentang kekurangan buku, buku
ini karena sangat tebal sehingga alurnya terkesan lambat terutama di bab bab awal. Selebihnya
buku ini sangat layak untuk dibaca karena kandungan sejarah didalamnya tentang Buya Hamka
secara khusus dan tentang sejarah Indonesia secara umum.

Penulis: Intan Tsalits Firdausia, Juara 1 Lomba Menulis Resensi Suka-Suka Buku Buya
Hamka: Sebuah Novel Biografi dan Memahami Hamka: The Untold Stories terbitan
Penerbit Imania.

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *