Profesional & Pengalaman

Ikut berpartisipasi membangun kebudayaan dan pendidikan manusia Indonesia.

Islam Nusantara yang Disalahtafsirkan: Ngaji Bareng Gus Muwafiq

Islam Nusantara yang Disalahtafsirkan: Ngaji Bareng Gus Muwafiq

Oleh: Ashimuddin Musa Islam Nusantara seringkali disalahpahami oleh sebagian orang.. Misi Islam yang penuh dengan keteladanan moral, sebagaimana seringkali diulang-ulang baik di bangku sekolah, majlis ta’lim, dan di manapun bahwasanya agama ini penuh dengan rahmat atau kasih sayang: Islam Rahmatan Lil Alamin. Buku ini bukanlah sekumpulan tulisan akademik yang kaku dan berat yang menyajikan tentang IslamBaca selengkapnya tentangIslam Nusantara yang Disalahtafsirkan: Ngaji Bareng Gus Muwafiq[…]

Berasyik Masyuk bersama Tuhan Yang Maha Asyik (2)

Berasyik Masyuk bersama Tuhan Yang Maha Asyik (2)

Oleh: Yuangga Kurnia Beragama seringkali didefinisikan sebagai sebuah kegiatan ritual yang sulit dan mengikat. Ia bersifat formal, seringkali dipisahkan dari kewajiban duniawi, dan hanya terikat pada halal-haram segala hal. Beragama juga lekat dengan ‘perjanjian surga dan neraka’. Surga dapat diraih dengan peribadatan yang baik dan sebaliknya, neraka merupakan ganjaran bagi siapapun yang membangkang. Menurut SudjiwoBaca selengkapnya tentangBerasyik Masyuk bersama Tuhan Yang Maha Asyik (2)[…]

“Habibie & Soeharto”, Kisah tentang Kedekatan “Anak dan Ayah”

“Habibie & Soeharto”, Kisah tentang Kedekatan “Anak dan Ayah”

Oleh: Tety Polmasari Hari Aksara Internasional atau International Literacy Day diperingati Selasa (8/9/2020). Berkaitan dengan itu, saya ingin mengulas sedikit buku karya Andi Makmur Makka, jurnalis senior (Republika) yang juga orang dekat BJ Habibie. Buku terbarunya di tahun ini, yang diluncurkan di The Habibie Center, Kemang, Jakarta, tak lama setelah itu pandemi Covid-19 mewabah negeriBaca selengkapnya tentang“Habibie & Soeharto”, Kisah tentang Kedekatan “Anak dan Ayah”[…]

Pak AR, Pak Harto, dan Muhammadiyah

Pak AR, Pak Harto, dan Muhammadiyah

Kita sudah tahu bahwa Bung Karno dan Pak Harto adalah dua presiden Indonesia yang mengaku sebagai warga Muhammadiyah. Namun keduanya berbeda dalam mengungkapkan “cintanya” pada Muhammadiyah. Bung Karno sebagai jago pidato mengungkapkan cintanya lewat pidato. Sedangkan Pak Harto tidak. Namun bibit Muhammadiyah yang tertanam di hati Pak Harto tidak kalah subur. Tumbuh dalam tindakan nyata. Ketika menghadiri Muktamar Ke-35Baca selengkapnya tentangPak AR, Pak Harto, dan Muhammadiyah[…]

CEUK AING

CEUK AING

Oleh: Sujiwo Tejo, Presiden Jancuker Tiap-tiap iseng untuk tidak bersyukur, saya selalu mengingat kebetulan-kebetulan yang dianugerahkan Tuhan kepadaku. Kebetulan saya pernah menghadiri acara mantunya seniman Tisna Sanjaya di kawasan Hegarmanah, Bandung, yang “menjumpakan” saya dengan Haji Hasan Mustapa. Kemudian, setelah kebetulan itu terangkai dalam jalin-kelindan kebetulan-kebetulan lainnya, ia akhirnya berujung pada kebetulan yang lain lagi.Baca selengkapnya tentangCEUK AING[…]

Pak AR, Bermuhammadiyah Luar dan Dalam

Pak AR, Bermuhammadiyah Luar dan Dalam

Oleh: Hasnan Bachtiar Ketika lepas shalat Ashar, saya membaca karangan Haidar Musyafa yang bertajuk “Pak AR & Jejak-Jejak Bijaknya” (2020) terbitan Imania Tangerang. Komentar saya, “Buku ini bukan keren. Tapi keren sekali!” Di toko buku, buku ini tampak tidak istimewa, karena terselip di antara buku-buku biografi lainnya dengan desain cover yang mentereng. Tapi justru itulahBaca selengkapnya tentangPak AR, Bermuhammadiyah Luar dan Dalam[…]

Agama Tak Bertuhan: Sibuk Beragama Lupa Bertuhan

Agama Tak Bertuhan: Sibuk Beragama Lupa Bertuhan

Oleh: C.M. Haryaldi Setiap manusia memiliki potensi-potensi intelektual, kejujuran, kebijaksanaan, dan cinta kasih. Potensi yang dianugerahkan Tuhan itu semestinya digunakan dalam memahami dan memaknai agama maupun kitab suci. Agama dan kitab suci dihadirkan bukan hanya untuk dianut, tapi juga untuk disejiwai dan disebadani. Manusia telah cukup diberi petunjuk dari Tuhan. Keteladanan pun Tuhan perlihatkan melaluiBaca selengkapnya tentangAgama Tak Bertuhan: Sibuk Beragama Lupa Bertuhan[…]

Tasawuf dan Beragama Secara Kritis Menurut Syaikh Kamba

Tasawuf dan Beragama Secara Kritis Menurut Syaikh Kamba

Oleh: Rony K. Pratama Mengapa banyak orang mengaku beragama tapi tata cara kehidupan sehari-harinya cenderung kaku? Adakah ruang khusus untuk kebebasan di dalam praktik beragama, khususnya Islam? Bukankah semestinya beragama itu dilandasi sikap merdeka, namun mengapa kenyataannya mereka terkungkung dogma semata? Buku Syaikh Kamba ini menjawab kegelisahan-kegelisahan itu. Syaikh Kamba meretas “protokoler keagamaan” di masyarakatBaca selengkapnya tentangTasawuf dan Beragama Secara Kritis Menurut Syaikh Kamba[…]

Dangding Haji Hasan Mustapa

Dangding Haji Hasan Mustapa

(Hawe Setiawan, penulis lepas, mengajar di Fakultas Ilmu Seni dan Sastra Universitas Pasundan, Bandung) Kang Enang punya kerja berat. Ia seakan mesti macet filsafat ke tengah pasar atau memboyong mistikus ke tengah kelimun di alun-alun. Tidak lama setelah mengumumkan novel tentang ibu guru Dewi Sartika, E. Rokajat Asura—begitu nama lengkapnya—menghadirkan sosok dan karya pujangga, penghulu,Baca selengkapnya tentangDangding Haji Hasan Mustapa[…]