Profesional & Pengalaman

Ikut berpartisipasi membangun kebudayaan dan pendidikan manusia Indonesia.

Dangding Haji Hasan Mustapa

Dangding Haji Hasan Mustapa

(Hawe Setiawan, penulis lepas, mengajar di Fakultas Ilmu Seni dan Sastra Universitas Pasundan, Bandung) Kang Enang punya kerja berat. Ia seakan mesti macet filsafat ke tengah pasar atau memboyong mistikus ke tengah kelimun di alun-alun. Tidak lama setelah mengumumkan novel tentang ibu guru Dewi Sartika, E. Rokajat Asura—begitu nama lengkapnya—menghadirkan sosok dan karya pujangga, penghulu,Baca selengkapnya tentangDangding Haji Hasan Mustapa[…]

Diplomasi Humanis (ala) Sukarno

Diplomasi Humanis (ala) Sukarno

Oleh: Ridwan Nurochman Sukarno memang seorang Presiden Indonesia yang sering melakukan kunjungan ke luar negeri seputar tahun 1960-an. Dalam bulan Juni 1960 saja, ia mengadakan perlawatan selama dua bulan empat hari ke India, Hongaria, Austria, Mesir, Guniea, Tunisia, Maroko, Portugal dan masih banyak lagi. Apa sesungguhnya tujuan dari semua lawatan tersebut? Dalam pengakuannya di otobiografinya yang ditulis Cindy Adams,Baca selengkapnya tentangDiplomasi Humanis (ala) Sukarno[…]

Dewi Sartika: Perintis Pendidikan bagi Perempuan dari Pasundan

Dewi Sartika: Perintis Pendidikan bagi Perempuan dari Pasundan

Oleh: Ridwan Nurochman Dalam survei yang pernah dilakukan harian Kompas (10/12/2010), Dewi Sartika pernah menjadi pahlawan terpopuler di Jawa Barat. Hasil survei ini pula yang menobatkannya sebagai tokoh panutan Jawa Barat. Predikat ini tentu tak lepas dari kiprahnya sebagai perintis pendidikan bagi perempuan Pasundan di masanya. Tapi, apakah semua orang sekarang mengenal sosok Dewi Sartika? Melalui novelBaca selengkapnya tentangDewi Sartika: Perintis Pendidikan bagi Perempuan dari Pasundan[…]

Menyelami Jiwa dan Pemikiran Hamka

Menyelami Jiwa dan Pemikiran Hamka

Orang mengenalnya sebagai sastrawan. Penulis karya-karya novel legendaris. Pecinta karya sastra mana tak mengenal novel Tenggelamnya Kapal Van De Wijk atau Di Bawah Lindungan Ka’bah? Buku-buku itu tak bosan dibaca berulang-ulang dari generasi ke generasi. Hamka bukan hanya seorang penulis yang karya- karyanya indah. Riwayat hidupnya begitu panjang dan menggetarkan. Hamka adalah pribadi komplit. Ia bukanBaca selengkapnya tentangMenyelami Jiwa dan Pemikiran Hamka[…]

Sikap Toleran Hamka

Sikap Toleran Hamka

Oleh: Ridwan Nurochman Hamka bukan ulama biasa. Ia bukan mubalig ‘ala kadarnya’. Buya Hamka –biasanya ia disapa–adalah seorang ulama yang sangat toleran, diterima semua kalangan dan dihormati kawan. Dakwahnya luwes dan menyentuh semua kalangan. Ia juga bukan seorang fanatik. Buya Hamka tidak antipati terhadap kelompok yang berbeda cara ibadah, bahkan beda keyakinan. Mereka justru didekatinya,Baca selengkapnya tentangSikap Toleran Hamka[…]

Menyelami Jiwa dan Pemikiran Hamka

Menyelami Jiwa dan Pemikiran Hamka

Oleh RanselMbakYeye08 Orang mengenalnya sebagai sastrawan. Penulis karya-karya novel  legendaris. Pecinta karya sastra mana tak mengenal  novel Tenggelamnya Kapal Van De Wijk atau Di Bawah Lindungan Ka’bah? Buku-buku itu tak bosan dibaca berulang-ulang dari generasi ke generasi. Hamka bukan hanya seorang penulis yang karya-karyanya indah. Riwayat hidupnya begitu panjang dan menggetarkan. Hamka adalah pribadi komplit. Ia bukan ulamaBaca selengkapnya tentangMenyelami Jiwa dan Pemikiran Hamka[…]

ISLAM  SEBAGAI JALAN TASAWUF?

ISLAM SEBAGAI JALAN TASAWUF?

ISLAM SEBAGAI JALAN TASAWUF? – Resensi Buku Dr. Muhammad Nursamad Kamba: Mencintai Allah Secara Merdeka, Buku Saku Tasawuf Praktis Pejalan Maiyah Denny JA “Agamaku adalah cinta. Setiap hati manusia adalah rumah ibadahku.” Renungan Jalaluddin Rumi di atas yang terkenang, selesai saya membaca buku Dr. Nursamad Kamba: Mencintai Allah Secara Merdeka. Ini buku almarhum terakhir yangBaca selengkapnya tentangISLAM SEBAGAI JALAN TASAWUF?[…]

Memahami Hamka Lebih Dekat

Memahami Hamka Lebih Dekat

Menghargai dan menghormati perbedaan merupakan pelajaran penting dalam Islam. Dengan saling menghargai dan menghormati, maka akan timbul spirit harmoni. Termasuk dalam konteks ini adalah menghargai perbedaan keyakinan dan pendapat. Perbedaan bisa menjadi rahmat bila kita bisa saling terbuka, bertoleransi, dan menghargai satu sama lain. Adanya perbedaan bukanlah sebuah alasan untuk menciptakan saling bermusuhan, namun dijadikan modalBaca selengkapnya tentangMemahami Hamka Lebih Dekat[…]